![]() |
| "sajak perbaikan diri" by nano sujani |
Ya Alloh, maafkan aku yang telah menghianati cintamu.
Kini ku tahu bahwa cinta yang hakiki hanya dari-Mu, cinta yang abadi hanya
cinta-Mu.
Ya Rahman,
kini ku mengetahui hanya kepada-Mu diri ini bersandar seutuhnya, hanya kepada-Mu
semua ini kembali...
Wahai
kakiku, mengapa engkau selalu melangkah kepada tempat-tempat yang
dilarang-Nya,?
Wahai
tanganku, mengapa kau selalu memegang dan membuat kerusakan di hadapan-Nya,
membuat goresan-goresan dosa,?
Ketahuilah
wahai tanganku, setiap apa yang kau pegang, sekecil apapun itu, engkau selalu
di catat oleh utusan-Nya...
Wahai
mataku, mengapa kau selalu melihat semua kemaksiatan dihadapanmu, ?
Ingatlah
wahai mataku, sesungguhnya Dia Maha Melihat darimu, Dia melihat seluruhnya dan
sekecil butiran debupun di lihat-Nya...
Wahai telingaku, apa yang selalu kau dengarkan adalah bisikan nada-nada penuh
lantunan kemaksiatan?
Astagfirullah,
ingat telingaku ingatlah, jangan dengar semua nada-nada yang membuat kau
terbuai dengnnya, tapi dengarlah sebuah lantunan indah dan merdu yang membawamu
kepada kedamaian yaitu lantunan firman-firman-Nya....
Wahai
Qolbuku, apakah masih banyak noktah-noktah hitam di dirimu, masihkah kau
bersedih dan gelisah atas segalanya.?
Bersegeralah
kau mengingat-Nya, karna hanya kepada-Nya kau di berikan ketentraman,
kenyamanan, dan keamanan yang abadi. Dan Dia lah yang dapat menghapus noktah-noktah hitam itu menjadi putih suci kembali dirimu.
Wahai
diriku, apakah kau selalu berlari menghindar dari pengawasan-Nya,? Apakah kau
selalu berangkuh diri di atas muka bumi? Ataukah kau selalu bangga atas segala
kelebihan dan kesenangan semata di dunia ini ?
Diriku,
tiada satupun makhluk yang luput dari pengawasan-Nya, Dialah yang maha Melihat,
Dialah yang mengatur segala perananmu. Tundukanlah kepalamu wahai diriku,
janganlah kau menyombongkan dirimu di atas bumi ini, karena pada hakekatnya
jasadmu kan di kembalikan ke dalam bumi ini. Dan ingatlah diriku, hanya Alloh
yang patut menyombongkan diri atas segalanya. Ketahuilah wahai diriku,
kelebihan dan kesenangan di dunia ini hanya semata, tetapi kebahagiaan dan
kelebihan yang abadi hanya ada di akhirat, tempat pelabuhan dan menepi kita
yang terakhir. Dunia ini hanyalah sebuah ladang, yang seharusnya kita menanam
benih-benih keberkahan.
Bersujudlah
wahai diriku, bersyukurlah dengan segala pemberian-Nya kepada kita.
Sandarkanlah dirimu hanya kepada-Nya, jadikanlah Ia satu-satunya tempat mengadu
segala keluh-kesahmu. Cintailah Dia, Sayangilah Dia, dan buat Ia senang atas
segala amal perbuatanmu, niscaya Dia akan memberikan lebih dari semua itu. Akan
ditempatkan engkau di sisi-Nya di tempat para manusia yang Dia muliakan. Dan
disanalah sebuah Cinta Hakiki, Kasih sayang Sejati, dan hasil yang hebat
terukir yaitu Ketakwaan.
Maka
Selalu ingat kepada-Nya, maka kau akan selalu diingat-Nya.
Cintailah Ia, maka kau akan lebih di cintai oleh-Nya.
Sayangilah
Ia, maka Dia akan lebih menyayangi dirimu.

0 komentar:
Posting Komentar